Tugas I Konsep Teknologi Pribadi
1. TEKNOLOGI
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.
Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, daripentungan sampai senjata nuklir. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi danlingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangkut permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional. Bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivismememandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat dan kondisi manusia. Tentu saStation (MS) adalah suatu perangkat yang dapat mengirim dan menerima signal radio.ja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwaprimata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka
2. Tahap Perubahan Secara bertahap percepatan peradaban akan mencapai level signifikan menurut Toffler, apabila evolusi pertanian (gelombang pertama) membutuhkan waktu ribuan tahun untuk bertransformasi dan revolusi industri (gelombang ketiga) menghabiskan waktu kurang lebih tiga ratus tahun, gelombang ketiga diramal kan Toffler akan menyapu sejarah dan menciptakan sebuah peradaban baru. Toffer meramalkan penguatan human society sekaligus pelemahan kekuatan negara, dan menimbulkan semi-otonomi ekonomi dalam dunia pasca-imperialis, menetralkan dialektika antara produsen dan konsumen sehingga menciptakan 'persumer 'ekonomi, semacam titik keseimbangan. Dalam hal ini Toffler seolah-olah optimis akan peradaban yang akan berlangsung, Saya hanya akan memaparkan apa yang dipaparkan oleh Toffler dalam perspektif sejarah media saja dalam tiga gelombang yang dianalisis sekaligus diramalkan oleh Toffler.
a. Gelombang Pertama Gelombang Pertama: Selama orang Gelombang Pertama tinggal di satu tempat dan mengembangkan rasa kali siklus yang berulang dengan siklus bulan, tanaman, dan musim. Semua orang bekerja di pertanian dan orang-orang generalis mampu melakukan banyak hal. Populasi Gelombang peradaban pertama dapat dibagi menjadi dua kategori, primitif dan beradab. Para orang-orang primitif tinggal di kelompik kecil dan suku dan hidup dari dengan mengumpulkan, berburu maupun memancing. Dunia yang beradab, sebaliknya, justru bagian dari planet di mana kebanyakan orang bertani. Dimanapun pertanian muncul, peradaban berakar. Semua masyarakat: primitif, pertanian, atau energi yang digunakan industri, mereka membuat hal-hal dan pendistribusian. kita dapat berbicara tentang dunia Gelombang Pertama. Meskipun bagian dari primitivisme dan petunjuk dari masa depan industri, peradaban pertanian mendominasi planet ini dan sepertinya ditakdirkan untuk dilakukan selamanya. Semua kelompok manusia, dari zaman primitif ke hari ini sangat bergantung pada komunikasi tatap muka, orang-ke-orang. Tapi sistem yang diperlukan untuk mengirimkan pesan melintasi ruang dan waktu juga. Orang Persia kuno dikatakan telah menyiapkan menara atau "panggilan-posting," menempatkan pria dengan nyaring, suara-suara keras atas mereka untuk menyampaikan pesan dengan berteriak dari satu menara ke yang berikutnya. Bangsa Romawi dioperasikan layanan kurir yang luas yang disebut cursus publicus. Antara 1.305 dan 1800-an, House of Taksi berlari bentuk kuda mengungkapkan layanan di seluruh Eropa. Dengan 1.628 itu mempekerjakan dua puluh ribu orang (Toffler, 34).
b. Gelombang Kedua Revolusi Industri waktu tiga ratus tahun untuk matang dan sejak saat itu semua masyarakat Gelombang Kedua berusaha memompa ekonomi sampai pada titik tertitik, sehingga masyaraStation (MS) adalah suatu perangkat yang dapat mengirim dan menerima signal radio.kat secara luar biasa mulai menggunakan bahan bakar fosil dengan tamak atas nama efisiensi dan efektifitas. Kata kunci dari gelombang kedua adalah : industrialisasi. “The Second Wave Society is industrial and based on mass production, mass distribution, mass consumption, mass education, mass media, mass recreation, mass entertainment, and weapons of mass destruction. You combine those things with standardization, centralization, concentration, and synchronization, and you wind up with a style of organization we call bureaucracy.” “Every civilization has a hidden code--a set of rules or principles that run through all its activities... As industrialism pushed across the planet, its unique hidden design became visible. It consisted of a set of interrelated principles that programmed the behavior of millions. Growing naturally out of the divorce of production and consumption, these principles affected every aspect of life from sex and sports to work and war”. (Toffler, 46). Menurut Toffler Selama peradaban Gelombang Pertama, penyampaian informasi dilakukan secara sederhana dan biasanya disampaikan secara lisan. Industrialisasi menurut Toffler telah menciptakan suatu proses demokratisasi dan produksi massal dalam kegiatan berkomunikasi dan penyebaran. Hal ini memunculkan layanan pos, memo, telepon, telegraf, dan radio dua arah.
c. Gelombang Ketiga Gelombang ketiga adalah masyarakat pasca-industri, yang mulai bergumur sejak tahun 1950-an. Toffler menciptakan banyak kata-kata untuk menggambarkan hal itu, seperti Era Informasi. Hal yang menurut Toffler distir oleh supremasi pengembangan teknologi informasi, yang ternyata memiliki co-driver juga, di antaranya tuntutan sosial di seluruh dunia untuk kebebasan (demokrasi) yang lebih besar dan individualisasi. Bagi Toffler dalam peradaban Gelombang Ketiga, bahan baku yang paling dasar dari semua - dan yang tidak pernah dapat habis - adalah informasi ... Dengan informasi menjadi lebih penting daripada sebelumnya, peradaban baru akan merestrukturisasi pendidikan, penelitian ilmiah dan mendefinisikan kembali, di atas semua hal tersebupada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untukBagi Toffler, De-massification dari Media: objektifikasi media baru bukanlah "massa", melainkan suatu populasi khusus, tersegmen, ditujukan untuk luang lingkup yang lebih kecil, pasar regional, atau bahkan lokal. "Semua perkembangan yang berbeda memiliki satu kesamaan: mereka mengiris televisi publik massal menjadi segmen, dan setiap irisan tidak hanya meningkatkan keragaman budaya kita, memotong mendalam ke dalam kekuatan jaringan yang sampai sekarang jadi benar-benar mendominasi citra kami". (Toffler : 165)
Ramalan Toffler adalah jumlah informasi yang tersedia bagi orang membengkak, mereka menjadi kurang dan kurang mampu mengatasinya. Orang hanya memperhatikan apa yang penting bagi mereka. Oleh karena itu kita melihat hilangnya pembaca surat kabar dan majalah massa, dan hilangnya pemirsa saluran televisi generik. Sebaliknya, kita melihat peningkatan jumlah saluran khusus bagi segmen yang sempit dari suatu populasi. Critical Review Bagi saya, sebagai seorang futurolog Toffler telah cukup berhasil meramalkan dan mematakan perkembangan peradaban manusia. Hal yang tentu saja dapat kita kontekstualisasikan dengan transisi penggunaan media oleh manusia. Walaupun begitu terdapat kritik yang akan saya lontarkan terhadap berbagai pemaparan yang telah dituliskan oleh Toffler.
Pembagian Toffler atas gelombang pertama dan gelombang kedua pada dasarnya sepadan dengan dikotomi biner antara tradisionalisme dan modernisme. Semangat modernisme yang berangkat dari momentum revolusi industri yang bermula di Eropa telah cukup baik digambarkan oleh Toffler, perihal semangat manusia untuk mencapai titik efisiensi dan efektifitas yang tidak terbatas. Walaupun begitu Toffler tidak berhati-hati dalam melakukan pembacaan atas imperialisme dan kolonialisasi, yang dilakukan pada proses transisi antara gelombang pertama dan gelombang kedua. Kolonialisasi yang dilakukan oleh masyarakat modern kepada masyarakat pra-modern seperti yang dilakukan oleh Inggris, Belanda, Spanyol, Portugis dll pada dasarnya telah menciptakan sesuatu gejolak kesejarahan yang tidak selinear yang digambarkan oleh Toffler. Sebagai salah satu contoh adalah proses kolonialisas telah menciptakan suatu pertarungan kebudayaan, termasuk dalam konteks media, apabila kita sepakat bahwa “media” paling mendasar dari proses penyampaian pesan/ide dari suatu proses komunikasi adalah bahasa yang juga terintegrasi dengan aksara maka hal tersebut yang harus diproblematisir. Kolonialisasi telah menciptakan suatu penindasan epistemetertentu yang apabila kita tilik efek diskursifnya terasa hingga saat ini, yaitu kita masyarakat pasca-kolonial menggunakan aksara latin A-B-C-D-E dan tidak menggunakan aksara Jawa, Sunda atau aksara lain. Model-model pendisiplinan yang bermula dari penjajahan pengetahuan ini yang tidak dideteksi oleh Toffler, bahwa ada penindasan atau apabila saya boleh sebut sebagai pendisiplinan rasionalitas atas masyarakat pasca-kolonial. Mungkin bagi sebagian orang transisi aksara bahasa asli menjadi aksara latin hanya merupakan transisi kebahasaan, ternyata tidak begitu saja, karena proses tersebut menciptakan apa yang disebut sebagai proses “pendisiplinan” manusia, dan penutupan akses manusia pasca-kolonial atas pengetahuan diri mereka sendiri. Hal yang terasa sangat diskursif hingga saat ini oleh masyarakat pasca-kolonial. Aksara dalam konteks sejarah media merupakan suatu pondasi awal transisional yang patut diperhitungkan dan dilihat secara signifikan. Hal yang juga tidak diperhitungkan oleh akademisi-akademisi komunikasi di Indonesia. Sebagai buku yang ditulis pada tahun 1950-an Toffler seolah meramalkan akan terciptakan suatu akumulasi dari modernitas, dunia yang kalau saya boleh katakan sebagai dunia yang digerakkan oleh teknologi yang sangat signifikan dan tentu saja fashion yang berbeda, seperti yang diutarakan oleh Toffler : "All these different developments have one thing in common: they slice the mass television public into segments, and each slice not only increases our cultural diversity, it cuts deeply into the power of the networks that have until now so completely dominated our imagery" (Toffler, 165) Bahwa dalam dunia media akan tercipta suatu keanekaragaman yang signifikan di mana media akan melayani segmen-segmen tertentu. Dalam hal ini mungkin sebagai padanan adalah gelombang kedua merupakan era fordisme dan gelombang ketiga merupakan era pasca-fordisme, di mana modernitas mungkin tidak terlampau dirayakan seperti sebelumnya (atau jangan-jangan merupakan bentuk dari dari modernisasi yang telah sadar diri dan berbenah seperti ujaran Anthony Giddens, atau proyek modernisme yang belum selesai seperti ujaran Juergen Habermas).
Terdapat satu hal yang belum diramalkan oleh Toffler yaitu bagaimana kapitalisme bertransformasi pada era di gelombang kedua menjadi gelombang ketiga. Toffler yang seolah optimis perihal perkembangan gelombang ketiga dan ternyata tidak begitu sadar bahwa kapitalisme termasuk dalam dunia media begitu adaptif, dan bagaimana informasi hanya dikuasai segelintir orang dan demokratisasi dan akses yang bebas tidak benar-benar tercapai. Ramalan Toffler pada tahun 1950-an perihal sistem yang lentur dan mulai mendedah kekuasaan negara ternyata benar-benar ter-realisasi pada tahun 1970-an. Pada era 1970an pertumbuhan perekonomian dunia mengalami kejenuhan yang luar biasa sehingga diperlukan sebuah solusi yang radikal untuk memecah kebuntuan ini. Salah satu yang dianggap menjadi biang penyebab kebuntuan dalam perekonomian ini adalah peran negara yang terlalu tinggi dalam mengatur pasar (dalam lingkaran fordisme). Sistem perekonomian dianggap terlalu kaku dan tidak memacu terjadinya akumulasi. Pada akhir 1970an dan di awal 1980-an secara perlahan dominasi sistem produksi fordisme ini memudar digantikan sistem produksi yang dikenal sebagai post-fordisme, yang memiliki ciri khas seperti yang dijabarkan oleh Alvin Toffler. Apakah yang menjadi ciri khas dari post-fordisme pun presisi dengan ujaran Alvin Tofler perihal kelenturan, yaitu kelenturan harga dan juga selera, yang walaupun para sosiolog seperti Bourdieu kemudian menunjukkan kelenturan ini bukan semata-mata karena masyarakat memilih, tetapi karena ada struktur dan relasi kuasa di baliknya.
3. Ciri-ciri Perubahan Masyarakat
Gelombang Pertama - Terbagi dua kategori primitif dan beradab. - Masyarakat primitif hidup dengan berburu. - Masyarakat primitif hidup dengan kelompokkecil. - Masyarakat beradab hidup dengan bertani. - Dimanapun pertanian muncul, peradaban berakar
Gelombang Kedua - Sudah berusaha meningkatkan ekonomi - Sudah menggunakan bahan bakar fosil - Komunikasi semakin bekembang dan diproduksi secara masal.
Gelombang Ketiga - Media informasi lebih penting dari pada sebelumnya. - Masyarakat sudah masuk pasca industri. - Tuntutan sosial di seluruh dunia untuk kebebasan (demokrasi)
4.PERKEMBANGAN MOBILE
Teknologi yang lebih familiar kita kaitkan dengan pengunaan telepon genggam ini, minimal telah menjadi kebutuhan sekunder bagi mayoritas penduduk Indonesia. Bahkan, melihat pola dan gaya hidupnya, bukan tidak mungkin menjadi kebutuhan primer bagi kalangan tertentu. Pasalnya, manusia tentu mencari berbagai kemudahan atau kepraktisan dalam menjalani berbagai aspek hidupnya, terutama komunikasi. Ketika perkembangan menawarkan sistem dan alat yang semakin bisa dibawa ke mana-mana, manusia seakan semakin pula tidak bisa lepas darinya. Contoh jelasnya adalah penggunaan mobile phone. Kecanggihan sistemnya membuat orang-orang lebih membutuhkan telepon genggam dewasa ini. Contohnya saja, saya pernah punya pengalaman tinggal di suatu desa. Rumah yang saya tempati itu sama sekali tidak punya telepon rumah. Namun, siapa sangka ternyata tiap anggotanya memiliki telepon genggam masing-masing. Bagi mereka, punya telepon genggam lebih berguna karena bisa dibawa ke mana-mana, sekaligus bisa mengakses internet (untuk pemuda-pemudinya).
Apalagi untuk orang-orangkotadan metropolitan yang istilahnya lebih jarang berdiam di rumah sehari-hari. Lalu, sistem seperti apa yang memungkinkan perkembangan tersebut? Perkembangan yang telah tercatat, dimulai dari teknologi 1G, 2G, 2.5G, 2,75G, 3G, 3.5G, dan 4G yang paling baru. Seperti istilahnya, 1G merupakan generasi pertama dalam sistem teknologi seluler. Dikarenakan baru percobaan pertama, baik sinyal maupun kapasitas transmisinya masih buruk. Kemudian, muncullah generasi kedua yaitu 2G, yang memberikan kualitas lebih baik dari generasi sebelumnya.Generasi ini memungkinkan adanya pengiriman SMS, meski tetap ada keterbatasannya. Menggali lebih dalam soal generasi kedua, teknologi tersebut tidak langsung berkembang ke generasi 3. GSM atau Global System for Mobile Communications yang menjadi standar dalam penggunaan generasi kedua, dikembangkan lagi menjadi GPRS atau General Packet Radio Service. Dimana dengan sistem ini, kita sudah bisa mengirim gambar melalui telepon seluler. Sementara GSM hanya berkutat pada pengiriman pesan singkat atau suara saja. Di samping itu, GPRS juga telah memungkinkan pengiriman paket data melalui MMS, e-mail, dan WWW pada internet. GPRS ini disebut sebagai 2.5. Lebih lanjut lagi, generasi ke-2.75 dikenal dengan berkembangnya sistem EDGE atau Enchanced Data Rates for Global Evolution. Kehadirannya bertujuan untuk menambah kecepatan dalam pengiriman data, kapasitas data itu sendiri, maupun sebagai pendukung penggunaan aplikasi-aplikasi atau fitur-fitur tambahan dalam telepon seluler. Istilah GSM 384 menjadi sebutan lainnya, karena dianggap sebagai pengembangan canggih atau mutakhir dari sistem GSM semula. Akhirnya muncullah teknologi 3G. Jepang menjadi negara yang mengenalkannya pertama kali pada 2001. Jika kita mengingat hebohnya penggunaan video call atau video conference, teknologi inilah yang memungkinkan. Kapasitas dan kecepatan transmisi yag tinggi membuat kita bisa mengakses internet dengan kualitas demikian pula, sehingga bisa mengunduh ataupun mengunggah data (lagu, video), serta melakukan streaming audio video. Transisi pun terjadi sebelum sampai pada teknologi 4G, yaitu teknologi 3.5G. Kecepatan akses bertambah untuk keperluan unduh dan unggah data. Dan teknologi yang paling baru dikembangkan adalah 4G. Dimana layanannya lebih aman dan lengkap, berbasis Internet Protocol secara penuh. Namun, seperti yang kita ketahui, kecanggihan pastinya menuntut biaya yang tidak murah. Semakin canggih layanan yang kita gunakan, tentu semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Belum lagi perangkat atau alatnya yang tidak semua memungkinkan sistem atau layanan teknologi tersebut. Artinya kita harus mengeluarkan biaya juga untuk membeli device-nya. Untuk saat ini, di Indonesia belum terlalu ‘melek’ dengan 3.5G dan 4G. 3G masih menjadi teknologi tercanggih yang banyak digunakan. Manfaat utama dari semua perkembangan ini tentunya sebagai sesuatu yang semakin memudahkan manusia dalam berinteraksi dan melakukan transmisi data. Untuk orang-orang yang berprofesi di bidang bisnis dan usaha, tentu lebih tinggi tingkat kebutuhannya. Tanpa perlu membangun gedung atau katakanlah tempat berjualannya, tanpa perlu bertemu secara langsung dengan pembelinya yang entah ada di belahan dunia mana, dan sejumlah syarat lainnya, mereka tetap bisa melakukan bisnis. Begitupun dengan bidang kehidupan lainnya, seperti pendidikan lintas wilayah; pengenalan budaya dan wisata; serta masih banyak lagi. Seperti kita ketahui pada jaman sekarang ini tidaklah sama dengan jaman dahulu, sudah banyak perkembangan teknologi yang benar-benar sangat pesat dan maju. Dalam bab ini seperti kita ketahui bahwa mobile pada jaman sekarang banyak sekali dibutuhkan dan digunakan oleh seluruh masyarakat dunia. Dari sisi perkembangannya mobile termasuk teknologi yang berkembang sangat cepat. Seperti contoh dari sisi fiture atau isi dari mobile mendukung untuk seseorang memilih, ini juga disebabkan oleh faktor harga yang ditawarkan atau dipasarkan. Mobile memiliki sebuah jaringan komunikasi serta arsitektur dari mobile itu sendiri. Jaringannya itu meliputi:
1. ARSITEKTUR JARINGAN VOICE GSM Adanya beberapa unsur-unsur yang utama, GSM arsitektur ditunjukkan ada pada Gambar. Jaringan GSM ini terdiri atas tiga sub system yaitu: Base Station Subsystem (BSS), lalu Network Subsystem (NSS) dan Operation Subsystem (OSS). Ada juga terdapat content-content dari jaringan GSM ini, yaitu : Mobile Station (MS) Mobile
Station (MS) adalah suatu perangkat yang dapat mengirim dan menerima signal radio. · MS dapat berupa mobile handset atau Personal Digital Assistant (PDA). · MS terdiri dari Mobile Equipment (ME) dan Subscriber Identity Module (SIM). ME itu berisi transceiver radio, display dan Digital Signal Processor, dan sedangkan SIM digunakan agar network dapat mengenali user. Base transceiver Station (BTS) Base transceiver Station (BTS) itu berfungsi sebagai interface komunikasi semua MS yang aktif dan yang berada di dalam coverage area BTS tersebut. Di dalamnya termasuk modulasi signal, demodulasi, equalize signal dan juga error coding. Beberapa BTS terhubung pada satu Base Station Controller (BSC). Satu BTS itu biasanya mampu menghandle 20-40 komunikasi serentak. Base Station Controller (BSC) BSC berfungsi mengatur koneksi BTS-BTS yang berada di dalam kendalinya. Fungsi tersebut memungkinkan operasi seperti handover, cell site configuration, management of radio resources dan dapat menyetel power level dari frekuensi radio BTS.
Pada jaringan GSM, BSC mengatur lebih dari 70 BTS. Mobile Switching Centre (MSC) dan Visitor Location Register (VLR) Mobile Switching Centre (MSC) melakukan beberapa fungsi yaitu registrasi, authentikasi, update lokasi user, billing service dan sebagai interface dengan jaringan lain. Selain itu MSC bertanggung jawab untuk call set-up, release dan routing. Visitor Location Register (VLR) berisi informasi yang dinamis tentang user yang terkoneksi dengan mobile network termasuk lokasi user tersebut. VLR biasanya terintegrasi dengan MSC. Dengan melalui MSC, mobile network terhubung dengan jaringan lain seperti: § PSTN (Public Switched Telephone Network) § ISDN (Integrated Service Digital Network) § CSPDN (Circuit Switched Public Data Network) § PSPDN (Packet Switched Public Data Network). Home Location Register (HLR) Home Location Register (HLR) adalah sebuah elemen jaringan yang berisi detil dari setiap subscriber. Sebuah HLR biasanya dapat mengatur ratusan bahkan ribuan subscriber. Pada jaringan GSM, signaling itu berbasis pada protokol Signaling System Number 7 (SS7). Penggunaan SS7 dilengkapi dengan penggunaan protokol Mobile Application Part (MAP). MAP digunakan untuk pertukaran informasi lokasi dan subscriber antara HLR dan elemen jaringan lainnya seerti MSC. Untuk setiap subscriber, HLR mengatur pemetaan antara International Mobile Subscriber Identity (IMSI) dan Mobile Station ISDN Number (MSISDN). 2. ARSITEKTUR JARINGAN GPRS Jaringan GPRS merupakan bagian dari jaringan GSM (beberapa bagian dalam jaringan GPRS dipakai untuk komunikasi suara). Berikut penjelasan bagian-bagiannya: MS – Mobile Station MS dapat dikatakan perangkat selular yang terhubung langsung dengan jaringan GSM, yaitu SIM (Subscriber Identify Module) Card dan perangkat keras seperti telepon selular, dan PDA, perangkat komputer yang terhubung menggunakan jaringan GPRS. Dalam hal ini yang dimaksud dengan MS adalah sesuatu yang lebih mengarah kepada komputer yang terhubung ke dalam jaringan GPRS dengan menggunakan GPRS Modem (telepon selular). BSS – Base Station System BSS terdiri dari BTS (Base Transceiver Station) dan BSC (Base Station Controller). Di BSS sinyal radio dari BSS akan diterima oleh BTS dan selanjutnya diteruskan ke BSC. BSC itu dapat menangani sinyal yang dikirimkan oleh beberapa BTS. HLR – Home Location Register HLR adalah database yang dapat menyimpan data pengguna jaringan GPRS. Informasi yang disimpan di dalam HLR misalnya APN (Access Point Name). VLR – Visitor Location Register VLR adalah sebuah database yang berisi informasi semua MS yang sedang terhubung dengan GPRS. SGSN – Serving GPRS Support Node SGSN adalah komponen utama jaringan GPRS. SGSN akan meneruskan paket data dari atau ke MS. GPRS backbone networks GPRS backbone network adalah intranet dari jaringan GPRS. GPRS backbone networks adalah IP based. Bagian yang paling penting dari jaringan GPRS adalah SGSN dan GGSN. Walaupun dua bagian ini secara fisik bisa dijadikan dalam satu server, namun untuk menjaga keamanan dan reabilitasnya, biasanya oleh pihak operator didistribusikan dalam jaringan GPRS backbone. Dengan distribusi ini dalam mengimplementasikan server-server akan lebih fleksibel. Arsitektur bisa dirancang sedemikian rupa disesuaikan dengan keadaan di masa depan, misal ada penambahan server baru tidak akan merubah keseluruhan sistem. 3.
ARSITEKTUR JARINGAN 3G Sistim komunikasi jaringan nirkabel generasi ketiga atau sering disebut jaringan 3G merupakan suatu pengembangan dari sistem komunikasi jaringan nirkabel bergerak dari generasi kedua. Sistem ini dikenal dengan nama sistem Broadband Mobile Multimedia yang berbasis Universal Mobile Telecomunication System (UMTS). Tujuan diciptakannya jaringan komunikasi 3G yaitu untuk menyediakan standar tertentu yang dapat mencukupi kebutuhan-kebutuhan aplikasi-aplikasi nirkabel yang sangat luas variasinya dan serta untuk menyediakan akses yang bersifat global. Ciri-ciri Sistem Komunikasi 3G Sistim komunikasi nirkabel 3G ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut : • memiliki standar yang bersifat global atau mendunia • memiliki kesesuaian atau kompatibilitas layanan dengan jaringan kabel lain • kualitas yang tinggi; baik suara, data, maupun gambar • memiliki pita frekuensi yang berlaku umum di seluruh dunia • memiliki kemampuan penjelajahan ke seluruh dunia • memiliki bentuk komunikasi yang bersifat multimedia • memiliki spektrum yang efisien • memiliki kemampuan untuk evolusi ke sistem nirkabel generasi berikutnya • memiliki laju data paket 2 Mbps perangkat yang diam di tempat atau terminal, 384 kbps untuk kecepatan orang berjalan serta 144 kbps untuk kecepatan orang berkendara
4. ARSITEKTUR JARINGAN CDMA Mobile Station (MS) Mempunyai fungsi utama untuk membentuk, memelihara hubungan (voice dan data) dengan jaringan. MS membentuk hubungan dengan meminta kanal radio dari AN. Setelah hubungan terbentuk MS bertanggung jawab untuk menjaga kanal radio tersebut dan melakukan buffer paket jika kanal radio sedang tidak tersedia. MS biasanya mendukung enkripsi dan protokol seperti Mobile IP dan Simple IP. BTS ( Base Transceiver Station ) Berfungsi sebagai antar muka yang menghubungkan antara MSC dengan pelanggan dan juga bertanggung jawab untuk mengalokasikan daya yang digunakan oleh pelanggan. BTS terdiri ini dari perangkat radio yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal CDM. Mengontrol aspek-aspek dalam system yang berhubungan performasi jaringan. BTS m Generasi ini memungkinkan adanya pengiriman SMS, meski tetap ada keterbatasannya. Menggali lebih dalam soal generasi kedua, teknologi tersebut tidak langsung berkembang ke generasi 3. GSM atau Global System for Mobile Communications yang menjadi standar dalam penggunaan generasi kedua, dikembangkan lagi menjadi GPRS atau General Packet Radio Service. Dimana dengan sistem ini, kita sudah bisa mengirim gambar melalui telepon seluler. Generasi ini memungkinkan adanya pengiriman SMS, meski tetap ada keterbatasannya. Menggali lebih dalam soal generasi kedua, teknologi tersebut tidak langsung berkembang ke generasi 3. GSM atau Global System for Mobile Communications yang menjadi standar dalam penggunaan generasi kedua, dikembangkan lagi menjadi GPRS atau General Packet Radio Service. Dimana dengan sistem ini, kita sudah bisa mengirim gambar melalui telepon seluler.engontrol forward power ( dialokasikan untuk traffic overhead dan soft handoff ) dan penggunaan kode Walsh. BSC ( Base Station Controller ) Bertanggung jawab mengontrol semua BTS yang ada di daerah cakupannya, mengatur rute paket data dari BTS ke PDSN (Packet Data Service Node) atau sebaliknya Perkembangan Mobile diawali dari 1G sampai 4G yang dimana setiap kenaikan 1 tingkat, system yang dimiliki di dalamnya berbeda-beda dan pasti memiliki keunggulan yang sangat baik. Dalam berkomunikasi mobile termasuk salah satu yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia karena memiliki manfaat dan fungsi yang penting bagi mereka. Ada juga pengaruh bagi masyarakat dengan majunya sebuah teknologi yang maju pesat, yaitu dengan berubahnya perilaku manusia satu sama lain, terlebih-lebih mereka yang sudah mengerti teknologi mereka semua akan lupa berkurangnya komunikasi dan sosialisasi antar sesame, ini pun juga dapat menimbulkan pecah atau rusaknya suatu hubungan, karena sangking cepatnya suatu akses sesuatu yang ingin dicari.
.jpg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar